Showing 1–10 of 615 results

Sort by:
  • Bacot Tetangga by:
    Rp88.000

    Ini sebuah cerita tentang keseharian Nurul, seorang wanita berusia 26 tahun, lulusan SMA, belum berkeluarga, dan bekerja sebagai guru les. Pernah bertunangan selama 7 tahun, tetapi kandas dengan mengenaskan; diselingkuhi, dan ditinggal nikah tunangannya yang telanjur menghamili wanita lain.

    Nurul suka mager dan rebahan. Telinganya setara sensor seharga satu miliar. Daripada marah karena bacot tetangganya yang suka bikin sakit hati, mending ia tulis jadi diary. Siapa tahu memberi motivasi, juga materi, kalau-kalau diary-nya ini dicetak jadi buku, film, atau mungkin sinetron TV.

    Buat yang senasib sama Nurul: sabar.
    Buat yang enggak: jangan lupa bersyukur.
    Ini cuma fiksi, bukan based on true story.
    Cuma sebatas imajinasi yang kadang nyata terjadi.

  • Merayakan Kehilangan (Edisi Baru) by:
    Rp85.000

    Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu kau cemaskan aku lagi.

    Aku sudah ditemukan oleh seseorang. Yang seperti doamu dulu sebelum pergi meninggalkanku;
    yang akan benar-benar menyayangiku. Yang akan benar-benar mencintaiku.

    Kini aku telah ditemukannya, seseorang yang mencintai aku sebesar cintaku kepadamu dulu;
    atau bahkan lebih.

    Aku sudah bahagia sekarang. Tak perlu lagi kau khawatirkan kabarku.

    Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah
    karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaanku. Hujan di kelopak mataku tak
    lagi memanggil namamu. Di dalam doaku namamu telah digantikan oleh nama yang baru.

    Aku sudah bahagia sekarang.

    Terima kasih telah memutuskan untuk pergi. Caramu menyakitiku kemarin, adalah cara Tuhan
    mempertemukan aku dengannya;

    hari ini.

  • Garis Waktu by:
    Rp85.000

    Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

    Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan.

    Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.

    Maka, ikhlaskan saja kalau begitu.

    Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan.

  • Getir by:
    Rp65.000

    Dulu kamu ke mana saat aku mencarimu tanpa henti? Ke mana kamu saat aku menantimu dalam sepi? Perasaan yang kamu tinggalkan menjadi beban yang kutanggung sendiri. Kalau aku akhirnya belajar melupakanmu, apakah semua itu menjadi salahku?

    Padahal waktu kamu hilang tiba-tiba, aku hancur tak terkira. Sementara kamu tak pernah peduli. Sekarang saat dunia berputar kembali; saat cahaya redup mulai terang menyinari, kamu datang menghampiri seolah semua yang pernah porak-poranda itu tidak pernah terjadi.

  • Kita Semua Pernah Sedih by:
    Rp58.000

    Jadilah yang tenang dalam menghadapi gaduhnya pikiranku. Jadilah peredam dalam riak liar ambisiku. Sungguh tiada bertahan kita, jika saling keras tanpa reda. Sungguh habislah kita jika sama-sama ingin menang sendiri selamanya. Jika aku yang sedang penat, jadilah tempat bersandar untukku rehat. Jika kamu yang sedang lelah, kusediakan segalanya untuk memulihkan yang lemah.

  • Brought Together For Love by:
    Rp75.000

    Kita sama; sama-sama saling mencintai.
    Yang berbeda hatiku satu tuju; kamu. Sedang hatimu masih tertinggal di masa lalu.
    Meski begitu, kita tak saling pergi, demi sebuah cinta yang mungkin akan abadi.

  • Arung by:
    Rp70.000

    Mungkin, dengan melepasmu, aku belajar satu hal: bahwa cara untuk memelukmu hangat, tak harus selalu dengan kedua lengan.

  • Skenario Ruang Waktu by:
    Rp62.000

    Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta. Entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam.

  • 3.8 out of 5
    Ikhlas Paling Serius by:
    Rp65.000

    Semua orang pasti pernah merasakan semua tingkat bahagia dan sedih di dalam perjalanan hidupnya. Memasang senyum, meski diam-diam meneteskan air mata; menyimpan luka. Mencoba bertahan dengan keyakinan waktu yang akan menyembuhkan. Namun, kekuatan penyembuh itu sebenarnya ada di dalam diri sendiri, di dalam hati yang terluka. Kunci pembukanya adalah rasa ikhlas untuk melepaskan; menerima luka, dan berbaik hati kepada diri sendiri bahwa kita juga berhak untuk kembali berbahagia.

  • Berguru pada Kelana by:
    Rp89.000

    Ada satu hal yang selalu diyakini oleh Prem, bahwa proses belajar itu tidak melulu harus dilakukan sambil duduk di dalam sebuah ruangan berbentuk persegi. Belajar bisa—dan seharusnya—dilakukan dengan pergi ke luar, melihat ke sekitar, menyerap pengalaman, menyimpan pengetahuan dan juga kesan.

    Karena itu di tahun 2013, Prem bersama kedua sahabatnya—Fiersa dan Baduy—akhirnya memulai perjalanan mereka mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia. Bertemu kenalan baru yang menjadi sahabat, disambut keramahan yang hangat, berbagi cerita dan pengalaman, menyaksikan beragam tradisi dan keelokan negeri.

    Dalam bentuk apa pun, perjalanan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, yang juga akan selalu meninggalkan pelajaran. Pilihannya, apakah kita akan mengambil makna dari perjalanan itu atau justru mengabaikannya?