Showing 1–10 of 609 results

Sort by:
  • Arung by:
    Rp70.000

    Mungkin, dengan melepasmu, aku belajar satu hal: bahwa cara untuk memelukmu hangat, tak harus selalu dengan kedua lengan.

  • Skenario Ruang Waktu by:
    Rp62.000

    Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta. Entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam.

  • Ikhlas Paling Serius by:
    Rp65.000

    Semua orang pasti pernah merasakan semua tingkat bahagia dan sedih di dalam perjalanan hidupnya. Memasang senyum, meski diam-diam meneteskan air mata; menyimpan luka. Mencoba bertahan dengan keyakinan waktu yang akan menyembuhkan. Namun, kekuatan penyembuh itu sebenarnya ada di dalam diri sendiri, di dalam hati yang terluka. Kunci pembukanya adalah rasa ikhlas untuk melepaskan; menerima luka, dan berbaik hati kepada diri sendiri bahwa kita juga berhak untuk kembali berbahagia.

  • Berguru pada Kelana by:
    Rp89.000

    Ada satu hal yang selalu diyakini oleh Prem, bahwa proses belajar itu tidak melulu harus dilakukan sambil duduk di dalam sebuah ruangan berbentuk persegi. Belajar bisa—dan seharusnya—dilakukan dengan pergi ke luar, melihat ke sekitar, menyerap pengalaman, menyimpan pengetahuan dan juga kesan.

    Karena itu di tahun 2013, Prem bersama kedua sahabatnya—Fiersa dan Baduy—akhirnya memulai perjalanan mereka mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia. Bertemu kenalan baru yang menjadi sahabat, disambut keramahan yang hangat, berbagi cerita dan pengalaman, menyaksikan beragam tradisi dan keelokan negeri.

    Dalam bentuk apa pun, perjalanan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, yang juga akan selalu meninggalkan pelajaran. Pilihannya, apakah kita akan mengambil makna dari perjalanan itu atau justru mengabaikannya?

  • Limitless by:
    Rp79.000

    Di balik sebuah kesuksesan, selalu ada perjuangan dan lika-liku yang tidak banyak diperlihatkan pun diketahui. Begitupun dengan Limitless, yang merangkum kisah manis dan pahit Nadhira Afifa dalam meraih cita-citanya.

    Mulai dari masa-masa terendahnya sewaktu kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hingga ia bangkit dan mengantarnya pada salah satu momen terbesar dalam hidupnya—berkuliah di Harvard University, salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia.

    Nadhira juga harus berbagi peran sebagai seorang anak, istri, sekaligus pelajar penuh ambisi selama di Amerika Serikat. Belum lagi, rasa tidak percaya dirinya yang muncul di tengah-tengah mahasiswa brilian lainnya dari seluruh dunia; kekhawatirannya terhadap Islamophobia, hingga keinginan besarnya untuk berprestasi menjadi salah satu dari sekian beban yang ia pikul.

    Berbekal kerja keras dan keinginan yang kuat, Nadhira membuktikan kemampuannya dan berhasil mewujudkan satu per satu cita-citanya.

  • Sayang by:
    Rp85.000

    “Siapa yang bernama Sayang di sini?” teriak panitia itu, membuat panitia yang lain dan murid-murid baru yang mendengarnya jadi menahan tawa sekaligus penasaran. “Ayo, ngaku aja!”

    Alya mengangkat wajahnya.

    “Sayang ….” panggil cowok itu lagi.

    Alya melihat ke sekelilingnya.

    “Nggak usah lihat ke mana-mana, karena yang namanya Sayang itu, kan, lo.”

    Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam ketika cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum.

    “Halo, Sayang?” Cowok itu mengangkat tangannya. “Kenalin, gue Arya.”

    Sejak saat itu, Alya tak menyadari bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya.

    Warna-warni.

    Termasuk, warna kelabu.

  • Placeholder
    Sayang (Coming Soon) by:
    Rp85.000

    “Siapa yang bernama Sayang di sini?” teriak panitia itu, membuat panitia yang lain dan murid-murid baru yang mendengarnya jadi menahan tawa sekaligus penasaran. “Ayo, ngaku aja!”

    Alya mengangkat wajahnya.

    “Sayang ….” panggil cowok itu lagi.

    Alya melihat ke sekelilingnya.

    “Nggak usah lihat ke mana-mana, karena yang namanya Sayang itu, kan, lo.”

    Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam ketika cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum.

    “Halo, Sayang?” Cowok itu mengangkat tangannya. “Kenalin, gue Arya.”

    Sejak saat itu, Alya tak menyadari bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya.

    Warna-warni.

  • parable brian khrisna
    Parable by:
    Rp135.000

    Berbeda dari cerita-cerita yang karakter utamanya selalu digambarkan sebagai cowok badboy, kaya raya, ganteng, digandrungi banyak wanita, ketua OSIS, cool, punya nama ke-bule-bule-an, jago berantem; yang ketemu cewek kuper, cupu, sering di-bully, gak punya banyak temen, tapi berakhir jadian dengan cowok paling tampan di sekolah.

    Cerita ini benar-benar berbeda.

    Sadewa Sagara adalah seorang anak SMA yang serba kekurangan. Lahir di keluarga miskin; selalu rangking terakhir di kelas; wajahnya lebih mirip dengan petasan banting ketimbang wajah manusia; tidak bisa berantem; tidak bisa bermain musik; tidak pernah pacaran. Sering ditolak cewek; nembak sepuluh kali, ditolak sebelas kali; tidak punya keahlian apa-apa. Keahliannya hanya satu, yaitu bernapas. Itu pun kalau diizinkan Tuhan.

    Sadewa serupa potret sebagian besar anak SMA di dunia nyata. Bukan siapa-siapa. Tidak punya cerita klise di hidupnya. Selalu tersisih. Selalu mengalah. Tak pernah menang.

    Jika kalian ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi orang jelek di dunia ini, maka, selamat membaca sebuah cerita tentang seseorang yang tak pernah menjadi pemeran utama di kehidupannya sendiri.

     

     

  • Akhir yang Tidak Kuharap Selesai dengan Membenci by:
    Rp58.500

    Aku masih tidak begitu mengerti, merelakan itu seperti apa?
    Mungkin seperti suatu hari saat kita sengaja bertemu lagi untuk tidak membicarakan apa-apa. Atau seperti perpisahan-perpisahan yang tak membutuhkan pelukan terakhir?
    Seandainya kita tidak pernah benar-benar merelakan, berjanjilah untuk tetap melanjutkan hidup apa pun yang terjadi. Berjanjilah untuk tidak menyesal pada pilihan yang telah kita putuskan.

  • Serupa Daun, Kita pun Gugur by:
    Rp58.000

    Pada akhirnya, kehidupan ini serupa teka-teki yang mendebarkan.
    Aku tidak mampu menebak ke mana takdir membawa perjalanan. Terkadang, aku dibuatnya tersenyum; sedang di waktu yang lain, aku harus tersesak atas kehilangan yang ditanamkan takdir. Pada akhirnya, semua orang akan merasakan kehilangan itu, cepat atau lambat.
    Aku tahu, aku tidak pernah sendirian.
    Aku tahu, Tuhan telah menitipkan segenap kekuatan padaku.
    Aku tahu, aku mampu melewati semua ini.