Showing 1–10 of 21 results

Sort by:
  • Arung by:
    Rp70.000

    Mungkin, dengan melepasmu, aku belajar satu hal: bahwa cara untuk memelukmu hangat, tak harus selalu dengan kedua lengan.

  • Skenario Ruang Waktu by:
    Rp62.000

    Karena yang perlu sama-sama kita tahu, setiap orang punya cara masing-masing untuk menghadiahi dirinya saat jatuh cinta. Entah harus mengungkapkan, atau terpaksa harus meredamnya dalam-dalam.

  • parable brian khrisna
    Parable by:
    Rp135.000

    Berbeda dari cerita-cerita yang karakter utamanya selalu digambarkan sebagai cowok badboy, kaya raya, ganteng, digandrungi banyak wanita, ketua OSIS, cool, punya nama ke-bule-bule-an, jago berantem; yang ketemu cewek kuper, cupu, sering di-bully, gak punya banyak temen, tapi berakhir jadian dengan cowok paling tampan di sekolah.

    Cerita ini benar-benar berbeda.

    Sadewa Sagara adalah seorang anak SMA yang serba kekurangan. Lahir di keluarga miskin; selalu rangking terakhir di kelas; wajahnya lebih mirip dengan petasan banting ketimbang wajah manusia; tidak bisa berantem; tidak bisa bermain musik; tidak pernah pacaran. Sering ditolak cewek; nembak sepuluh kali, ditolak sebelas kali; tidak punya keahlian apa-apa. Keahliannya hanya satu, yaitu bernapas. Itu pun kalau diizinkan Tuhan.

    Sadewa serupa potret sebagian besar anak SMA di dunia nyata. Bukan siapa-siapa. Tidak punya cerita klise di hidupnya. Selalu tersisih. Selalu mengalah. Tak pernah menang.

    Jika kalian ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi orang jelek di dunia ini, maka, selamat membaca sebuah cerita tentang seseorang yang tak pernah menjadi pemeran utama di kehidupannya sendiri.

     

     

  • Akhir yang Tidak Kuharap Selesai dengan Membenci by:
    Rp58.500

    Aku masih tidak begitu mengerti, merelakan itu seperti apa?
    Mungkin seperti suatu hari saat kita sengaja bertemu lagi untuk tidak membicarakan apa-apa. Atau seperti perpisahan-perpisahan yang tak membutuhkan pelukan terakhir?
    Seandainya kita tidak pernah benar-benar merelakan, berjanjilah untuk tetap melanjutkan hidup apa pun yang terjadi. Berjanjilah untuk tidak menyesal pada pilihan yang telah kita putuskan.

  • trauma novel boy candra
    Trauma by:
    Rp58.500

    Semua seolah baik-baik saja. Tawa yang lepas. Lampu panggung yang meriah. Kehidupan yang mungkin diinginkan banyak orang. 

    Aku memiliki beberapa hal yang orang lain tidak miliki. Semua tampak sempurna. Seolah tidak ada celah untuk luka. 

    Namun jauh di dalam diriku, kesepian selalu datang menghampiri. Kesedihan yang sering kusembunyikan. 

    Aku bahkan tidak berani membuka hati lebih luas lagi. Orang-orang yang pernah datang di masa lalu membekaskan rasa takut yang membeku. 

    Aku takut tidak bisa menemukan orang yang tepat. Takut terulang lagi kecewa yang sama. Takut jatuh lagi pada rasa sayang yang akhirnya sia-sia.

     

  • Retrouvaille
    5 out of 5
    Retrouvaille by:
    Rp72.000

    Retrouvaille

    Selalu ada kembali pada setiap hati yang dipaksa pamit

     

    (n.) sukacita bertemu atau menemukan seseorang lagi setelah lama berpisah; penemuan kembali.

    Nadin hanya ingin membahagiakan Ibu, seseorang paling berharga di hidupnya. Karir Nadin sebagai penulis sudah sukses, tapi dia belum cukup yakin untuk benar-benar tinggal satu atap bersama Ibrahim, kekasihnya. Hati Nadin masih terisi oleh Leon, sahabat yang menghilang tanpa alasan jelas.

    Waktu pun berjalan dan Ibrahim melamarnya, sedangkan Leon tak kunjung kembali. Nadin memutuskan menerima lamaran itu. Sebelum pernikahan berlangsung, secara tiba-tiba Nadin bertemu Leon. Mereka mengungkapkan perasaan masing-masing agar setidaknya, nadin yakin untuk menerima Ibrahim dengan segala kekurangannya.

    Belenggu yang dulu disingkirkan kembali memeluk Nadin. Entah akhirnya dia akan setia pada pilihannya atau malah berpaling kepada sosok di masa lalu yang masih dia cintai?

  • memeluk ketidaksempurnaan
    Memeluk Ketidaksempurnaan by:
    Rp58.000

    dan Cara-Cara Sederhana Memahami Cinta

     

    Temukan dia yang pandai merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, dan apa yang dimilikimu. Karena kebahagiaan tidak datang dari kalkulasi untung dan rugi dalam mencintai. Kebahagiaan senantiasa hadir dalam syukur.

  • EX Dodi Prananda
    Ex by:
    Rp84.000

    Setiap barang menyimpan kenangan pemiliknya, tapi tidak semua kenangan harus disimpan, itu yang dipercaya Bre. Dia pun membuka Toko Ex yang didedikasikan kepada mereka yang ingin berdamai dengan masa lalunya, dan menjadikan barang bekas pemberian mantan bernilai.

    Sahda, salah satu anggota Friends—sebutan untuk anggota Ex yang bersedia menyerahkan barang bekas dari pemberian mantannya—sedang berusaha merelakan mantan kekasihnya. Bre membantu Sahda untuk menggenggam kerelaan itu, sementara Sahda membantu Bre mengurus Toko Ex sambil mengisi waktu luang.

    Curhatan para Friends yang bikin haru atau malah naik pitam, cerita di balik setiap barang peninggalan mantan, dan obrolan-obrolan tentang masa silam, perlahan menciptakan percikan rasa di antara Bre dan Sahda. Lalu, mereka sepakat mencetuskan sebuah acara bernama ‘Hari Mengenang Mantan’. Acara itu diharapkan membuat para Friends berdamai dengan masa lalu dan memaafkan mantan mereka, seburuk apa pun perbuatannya.

    Namun, sebelum acara itu berlangsung, datanglah sebuah paket misterius berupa rekaman suara yang mengusik masa lalu Bre, dan membuat Sahda patah hati.

    Apakah benar Bre sudah merelakan masa lalunya?

    Apakah Sahda mampu yakin dengan perasaannya?

  • Sudah Hati-hati Masih Saja Patah Hati by:
    Rp71.500

    Jika kamu menginginkan seseorang, teruslah berjuang sesuai dengan kemampuan. Percayalah, tidak ada hal yang sia-sia. Dan, untuk mendapatkan sesuatu yang berarti, memang harus ada pengorbanan yang lebih.
    Jika dia masih tak merespons sama sekali.
    Ya sudah, tahu diri.

  • Setelah Tidak Denganmu by:
    Rp60.500

    Hari ini, aku bersyukur tak ada lagi kamu di hidupku. Memang benar, kehilangan itu akan menuntun untuk bertemu seseorang yang lebih baik. Kuikhlaskan kamu menjadi kenangan selamanya. Tak perlu khawatir bagaimana hari-hariku yang tak lagi mengkhawatirkanmu. Kuharap hidupmu menyenangkan.

    Terima kasih sudah pergi.

arung agit kurniawan