Featured Books (82)

Showing 1–10 of 82 results

Sort by:
  • Kita Sebelum Sebuah Lupa by:
    Rp66.000

    “Kenapa?”
    “Kenapa apanya?”
    “Kenapa ngelihatin aja, tapi nggak bicara apa-apa?”

    Kami yang berhadap-hadapan, masing-masing mencari jawaban.
    Dari mata yang tak beralih, pada bibir yang mulai tersenyum.

    “Ya, ngelihatin aja. Aku senang lihat kamu,” jawabnya, membuat pipi pucatku berubah warna.
    “Titik nyaman tertinggiku ada pada matamu, bukan bibirmu,” sambungnya lagi.
    “Aku nggak ngerti.”
    “Maksudnya, kamu nggak perlu banyak bicara. Bahkan, dalam hening dan diam, melihatmu, aku bisa menemukan tenang.”

    Dan, entah berapa malam sejak percakapan itu, kami pun pergi. Berjalan di atas roda hidup sendiri-sendiri.

  • Lasmi by:
    Rp85.000

    Kuring lumpat ka sisi laut milari …
    (Aku lari ke pantai mencari)

    Kuring lumpat ka gunung milari …
    (Aku lari ke gunung mencari)

    Cai panon nu nyakclakan nu nyakseni
    (Air mata yang bergemercik menjadi saksi)

    Kuring ngantosan
    (Aku menunggu)

    Kedah ka saha deui?
    (Harus ke siapa lagi?)

    Kuring kedah mulang …
    (Aku harus pulang)

    *****

    Tak ada yang diharapkan Lasmi selain kehadiran si buah hati dan kesembuhan Asep, suaminya. Bertahun-tahun Lasmi difitnah dan digunjingkan oleh para tetangga karena dia tak kunjung hamil serta pekerjaannya sebagai sinden. Lasmi memanjangkan sabar, hingga akhirnya doanya dikabulkan.

    Namun, takdir tidak memihak Lasmi. Kebahagiaannya tak berlangsung lama dan mimpinya tak jadi kenyataan. Kecelakaan tragis merebut nyawa Lasmi dan janinnya. Kematian yang tak dikehendaki itu menciptakan dendam kesumat yang mengubah arwah Lasmi menjadi sosok kuntilanak merah yang mengerikan.
    Lasmi pun bergentayangan; menjaga Asep yang sakit-sakitan, dan ingin membalas dendam kepada orang yang mencelakainya.

    “Lasmi”, cerita yang diangkat berdasarkan kisah nyata sesosok kuntilanak merah.

  • Museum of Broken Heart
    Museum of Broken Heart by:
    Rp85.000

    Forgetting you should be easy, but it’s the hardest thing I’ve had to do

     

    Foto box, tiket parkir, history chat, hadiah ulang tahun, tiket bioskop, foto-foto selfie, voice note, lagu-lagu yang selalu diputar di mobil, wangi parfum, bekas kecupan, gelung cincin di jari manis, orang tua yang sudah telanjur mengenal akrab, temaram lampu jalanan kota menjelang pukul enam, warung-warung tenda, McD, waktu temu, teman-temanmu yang menyenangkan, screenshot percakapan tentang segala rencana-rencana kita yang ternyata tak menjadi nyata;
    dan … kamu,
    adalah kumpulan dari kenangan-kenangan bahagia yang pada akhirnya tak lagi bermakna. Selayaknya jelaga, perlahan terkikis sebelum hilang selamanya.
    Terkumpul dalam sebuah ruang benda-benda usang. Sebuah museum tentang cerita patah hati. Tentang banyaknya kepercayaan yang dibawa pergi.

  • Proelium by:
    Rp79.500

    Sejatinya, hidup merupakan pertarungan yang tak ada habisnya. Sejak lahir, hingga tanah meminta. Bertarung melawan kebatilan. Melawan sistem yang korup. Melawan perusakan alam. Bertarung dengan keinginan demi keinginan.

    Namun, pertarungan yang jauh lebih besar adalah pertarungan melawan hawa nafsu diri sendiri.

    Ia yang mampu mengendalikan hawa nafsu, sejatinya akan lebih bijak dalam memaknai hidup. Sebaliknya, ia yang masih menuruti hawa nafsu, tak lebih sekadar menjadi budak nafsu yang tak berkesudahan. Pada titik itulah kematangan berpikir seseorang dipertaruhkan.

    Begitu pun yang dilalui Irham dalam setiap perjalanannya. Melalui novel Proelium ini, Irham mengajakmu bertualang, menyelami pertarungan demi pertarungan dalam hidup, hingga menemukan makna yang sebenarnya dari kata “pulang”.

    ***

    Untuk kesekian kalinya, Edelweis Basah mengajak pembacanya menyelami diri sendiri melalui perjalanan ke puncak-puncak yang terjal dan berliku. Tiada puncak yang lebih indah selain jalan pulang menemukan keheningan sejati.
    Sha Ine Febriyanti – Sutradara film, Aktris, Pencinta Alam.

  • Kotak Hitam by:
    Rp75.000

    “AIR LAUT NAIK! AIR LAUT NAIK!” Samar terdengar teriakan panik dari luar rumah.

    “Li, kau rasa-rasa ada goyang, tak?” tanya Dani tiba-tiba sambil dua tangannya menempel di ubin. Dia mengamati gelas di ubin yang bergetar.

    Rafli menoleh bingung. “Goyang apa?”

    “Kau tak merasa, hah?” Dani mengamati letak pajangan di atas televisi yang mereka tonton mulai gemetar. Perabotan yang tertata rapi di ruang tamu pun mulai berjatuhan.

    “GEMPAAA! GEMPAAA!” Terdengar suara orang berteriak di luar.

    “Li, gempa, Li!” Dani segera berdiri, gempa yang muncul sampai membuat televisi mereka jatuh dan layarnya pecah. Dani berlari ke arah pintu rumah.

    “Dan, kau ke mana?” Rafli berteriak panik. “Jangan tinggalkan aku, lah!”
    Dani menghentikan langkahnya, berbalik sembari memegangi pintu yang setengah terbuka. “Aku pasti balik, kau cari mamakmu sekarang!”

    ***

    Tahun 2004 silam, laut mengamuk di sudut barat pesisir Aceh. Gelombang besarnya meluluhlantakkan dan menyapu rata Serambi Mekkah. Bencana tsunami meninggalkan kisah pilu perpisahan paksa ratusan jiwa.

    Salah satunya, kisah seorang anak penyintas tsunami yang menjaga janji persahabatan sehidup-sematinya lewat sebuah kotak hitam. Kotak yang menyimpan rangkuman memori masa kecil dan menjadi gerbang penghubung yang menariknya ke dimensi lain untuk bertemu sang sahabat.

  • Seperti Hujan Jatuh ke Bumi cover film
    Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (Cover Film) by:
    Rp65.000

    Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

    Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

  • Retrouvaille
    5 out of 5
    Retrouvaille by:
    Rp72.000

    Retrouvaille

    Selalu ada kembali pada setiap hati yang dipaksa pamit

     

    (n.) sukacita bertemu atau menemukan seseorang lagi setelah lama berpisah; penemuan kembali.

    Nadin hanya ingin membahagiakan Ibu, seseorang paling berharga di hidupnya. Karir Nadin sebagai penulis sudah sukses, tapi dia belum cukup yakin untuk benar-benar tinggal satu atap bersama Ibrahim, kekasihnya. Hati Nadin masih terisi oleh Leon, sahabat yang menghilang tanpa alasan jelas.

    Waktu pun berjalan dan Ibrahim melamarnya, sedangkan Leon tak kunjung kembali. Nadin memutuskan menerima lamaran itu. Sebelum pernikahan berlangsung, secara tiba-tiba Nadin bertemu Leon. Mereka mengungkapkan perasaan masing-masing agar setidaknya, nadin yakin untuk menerima Ibrahim dengan segala kekurangannya.

    Belenggu yang dulu disingkirkan kembali memeluk Nadin. Entah akhirnya dia akan setia pada pilihannya atau malah berpaling kepada sosok di masa lalu yang masih dia cintai?

  • memeluk ketidaksempurnaan
    Memeluk Ketidaksempurnaan by:
    Rp58.000

    dan Cara-Cara Sederhana Memahami Cinta

     

    Temukan dia yang pandai merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, dan apa yang dimilikimu. Karena kebahagiaan tidak datang dari kalkulasi untung dan rugi dalam mencintai. Kebahagiaan senantiasa hadir dalam syukur.

  • EX Dodi Prananda
    Ex by:
    Rp84.000

    Setiap barang menyimpan kenangan pemiliknya, tapi tidak semua kenangan harus disimpan, itu yang dipercaya Bre. Dia pun membuka Toko Ex yang didedikasikan kepada mereka yang ingin berdamai dengan masa lalunya, dan menjadikan barang bekas pemberian mantan bernilai.

    Sahda, salah satu anggota Friends—sebutan untuk anggota Ex yang bersedia menyerahkan barang bekas dari pemberian mantannya—sedang berusaha merelakan mantan kekasihnya. Bre membantu Sahda untuk menggenggam kerelaan itu, sementara Sahda membantu Bre mengurus Toko Ex sambil mengisi waktu luang.

    Curhatan para Friends yang bikin haru atau malah naik pitam, cerita di balik setiap barang peninggalan mantan, dan obrolan-obrolan tentang masa silam, perlahan menciptakan percikan rasa di antara Bre dan Sahda. Lalu, mereka sepakat mencetuskan sebuah acara bernama ‘Hari Mengenang Mantan’. Acara itu diharapkan membuat para Friends berdamai dengan masa lalu dan memaafkan mantan mereka, seburuk apa pun perbuatannya.

    Namun, sebelum acara itu berlangsung, datanglah sebuah paket misterius berupa rekaman suara yang mengusik masa lalu Bre, dan membuat Sahda patah hati.

    Apakah benar Bre sudah merelakan masa lalunya?

    Apakah Sahda mampu yakin dengan perasaannya?

  • Sudah Hati-hati Masih Saja Patah Hati by:
    Rp71.500

    Jika kamu menginginkan seseorang, teruslah berjuang sesuai dengan kemampuan. Percayalah, tidak ada hal yang sia-sia. Dan, untuk mendapatkan sesuatu yang berarti, memang harus ada pengorbanan yang lebih.
    Jika dia masih tak merespons sama sekali.
    Ya sudah, tahu diri.