Showing 11–16 of 16 results

Sort by:
  • Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi by:
    Rp65.000

    Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab, kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing yang mendekatimu.

    Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sediakala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun, aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu.

  • kuajak kau ke utan dan tersesat berdua
    Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua by:
    Rp79.500

    Aku sangat suka membayangkan menjadi matamu.
    Mengetahui apa saja yang ingin dan tak ingin kau lihat.
    Belajar bagaimana caramu memandang sesuatu.
    Mengetahui warna apa saja yang kau suka.

    Sesekali merasakan bagaimana caramu bersedih.
    Bagaimana caramu agar tetap terlihat kuat.
    Aku ingin memahami bagaimana rasanya menjadi matamu.
    Lalu mengerti apa yang kau rasakan saat menatapku.

  • Satu Hari di 2018 by:
    Rp59.000

    “Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?”

    Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik.

    Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.

    ***

    Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini.
    Boy Candra

  • Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu by:
    Rp58.000

    Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi bagian dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti aku akan menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.

    Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagi, bahwa cinta kita memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.

    “Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutnya cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasakan.

  • catatan-pendek-utk-cinta-yang-panjang
    Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang by:
    Rp52.000

    Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.
    Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.
    Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

    – Boy Candra –

  • Setelah Hujan Reda by:
    Rp54.000

    Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

    Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

    Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

    Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku.