horor

Hati-hati Pohon Besar di Sekitarmu

Intro-Akar

Intro-AkarKeberadaan makhluk halus seringkali dikaitkan dengan keberadaan pohon-pohon besar. Mereka menjadi penghuni cukup lama sesuai dengan usia pohon-pohon tersebut. Kadang mengganggu siapa saja yang melewati atau mencoba menebang pohonnya. Auranya semakin menyeramkan ketika malam tiba.

Aku mengalami kejadian ini, ketika masih umur lima tahun.

Header-Akar

Keberadaan makhluk halus seringkali dikaitkan dengan keberadaan pohon-pohon besar. Mereka menjadi penghuni cukup lama sesuai dengan usia pohon-pohon tersebut. Kadang mengganggu siapa saja yang melewati atau mencoba menebang pohonnya. Auranya semakin menyeramkan ketika malam tiba.

Aku mengalami kejadian ini, ketika masih umur lima tahun. Ada pohon sawo, yang tumbuh besar dan rimbun, tepat di samping pekarangan rumahku. Batang pohon sawo berdiameter sekira empat pelukan orang dewasa. Terlihat dari jendela kaca besar di ruang tamu rumahku. Dari ruang kaca di ruang tamu, hanya berjarak dua meter. Melalui kaca ruang tamu, terlihat batang dan sebagian rantingnya.

Suatu hari, aku terkena demam tinggi. Aku tidak bisa tidur karena kepalaku terasa pusing, dan tubuhku menggigil. Setiap kali melihat langit-langi kamar, rasanya ruangan seperti hendak mengerut dan jatuh ke arahku. Hal itu membuatku sangat ketakutan.

Langit sore di luar sudah temaram, beranjak petang. Kepalaku masih terasa panas dan tubuhku masih terasa menggigil. Semilir angin masuk melalui pintu dan lubang ventilasi ruang tamu. Aku memandang lama ke arah batang pohon sawo yang hitam itu. Kemudian, aku menyadari sesosok bayangan hitam bertengger di atas batang pohon. Seekor kucing hitam. Biasanya memang sering seekor kucing mencakar batang pohon dan naik ke atas pohon itu. Namun, bukan kucing hitam.

Aku tidak pernah melihat kucing hitam berkeliaran di dekat pohon itu. Kucing hitam itu menatap ke arahku. Seperti hendak mengatakan sesuatu. Seperti dapat berpikir dan membalas rasa penasaranku. Awalnya aku tenang-tenang saja. Namun, ketika sejuntai rambut berwarna putih melayang turun, dan terus turun membuat bulu kudukku berdiri. Dadaku berdebar dan aku mulai ketakutan. Mataku terasa perih dan air mata menggenang.

Dari batas jendela kaca ruang tamu, sedikit demi sedikit aku mulai mengenali perempuan bergaun putih itu melayang turun dari atas pohon sawo. Rambut dan gaunnya melingkar-lingkar di batang pohon seperti merayap. Kulit wajah perempuan itu tidak dapat dibedakan dengan baju yang dipakainya. Hingga tidak dikenali apakah perempuan itu masih muda atau sudah tua. Hanya matanya saja yang terlihat jelas menatap ke arahku!

Sampai sekarang, kejadian itu masih membekas di benakku. Makhluk halus seperti perempuan itu bisa saja menjadi penghuni pohon sawo, pohon kapuk, pohon beringin, atau pohon asam yang ada di sekitar rumah kalian. Lalu mengakar dalam ingatan, bertahun-tahun lamanya.


akarAkar Kematian, mengemas 12 cerita horor dengan sudut pandang berbeda.

Cerita-cerita yang ditulis oleh Ahmad Sufiatur Rahman ini merupakan perpaduan kisah nyata yang dialaminya dengan bumbu fiksi yang menarik sekaligus menyeramkan. Mitos tentang pohon besar, penghuni kamar kosan, arwah gentayangan di sebuah pondok, hingga sebuah catatan harian yang ditulis dengan tetesan darah.

beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *