horor

Misteri Perahu Kayu di Tengah Danau

percakapan-sepasang-takdir-dpn

percakapan-sepasang-takdir-dpnGelombang air di tengah danau bergolak tanpa suara, tertarik ke dasar danau. Timbul-tenggelam. Riak airnya mengangkat sebuah perahu dari dasar danau. Hingga utuh jadi satu. Air sekelilingnya menyatu kembali, untuk kemudian kembali tenang. Mengalun pelan. Seakan ada yang menduduki.

 

percakapan-sepasang-takdir-dlm

 

Itulah yang Mindya lihat saat ia kembali ke rumah Chen dan Amy—sepasang kekasih yang telah menolong Mindya saat ia tak sadarkan diri semalam sebelumnya.

Tidak hanya itu, Mindya pun merasa heran dengan penampakan rumah Chen. Sebelumnya, ia melihat rumah itu begitu bagus. Namun kini, rumah tersebut terlihat kusam. Pagarnya dipenuhi tanaman sulur, pintunya reyot dan penuh rayap, catnya telah mengelupas, dan pot-pot bunga pecah berserakan.

Tiba-tiba saja, Mindya dikejutkan dengan kehadiran seorang Bapak tua. Kepada Bapak itu, Mindya menanyakan sosok pemilik rumah tersebut. Namun, alangkah terkejutnya Mindya karena ternyata pemilik rumah itu sudah meninggal dunia.

Menurut sang Bapak, Chen dan Amy meninggal dunia karena tenggelam di Danau Kunang Geulis. Mereka mati bersama demi kesetiaan cinta, karena cinta keduanya tidak direstui orangtua. Dan, mereka kerap menampakkan diri pada orang-orang yang dipilihnya, yaitu orang-orang yang bermasalah dengan cinta.

Meski jasad Chen dan Amy telah dimakamkan, perahu kayu yang mereka tumpangi terkadang muncul di tengah danau secara misterius. Bersamaan dengan itu, ribuan kunang bermunculan. Mereka bertransformasi melingkar dengan anggunnya ke langit bersama dengan perahu kayunya.


percakapan-sepasang-takdir

Kisah di atas merupakan satu dari 20 kisah yang bisa kamu baca dalam buku Percakapan Sepasang Takdir karya Dia Gaara Andromeda. Melalui buku ini kamu akan menemukan beragam cerita tentang ketakutan dan luka.

beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *