komedi

Menikmati Sisi Seru Kedokteran Gigi

gigi-thumb

gigi-thumbApa yang kamu ketahui tentang pekerjaan dokter gigi? Pasti yang ada di bayanganmu adalah seorang dokter penuh wibawa memakai jas putih, masker penutup mulut plus sarung tangannya, dan membawa peralatan mengerikan. Ya, kan? Belum lagi ketika dokter gigi mulai melakukan pekerjaannya. Terlihat sangat ahli dan serius. Tapi tidak semua dokter gigi seperti itu, lho.

gigi1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa yang kamu ketahui tentang pekerjaan dokter gigi? Pasti yang ada di bayanganmu adalah seorang dokter penuh wibawa memakai jas putih, masker penutup mulut plus sarung tangannya, dan membawa peralatan mengerikan. Ya, kan? Belum lagi ketika dokter gigi mulai melakukan pekerjaannya. Terlihat sangat ahli dan serius. Tapi tidak semua dokter gigi seperti itu, lho.

Pekerjaan dokter gigi memang salah satu pekerjaan yang butuh perjuangan dan usaha keras. Mengapa? Karena kuliahnya saja lama seperti kedokteran umum. Setelah perkuliahan selesai, mereka baru menyandang titel Sarjana Kedokteran. Untuk menjadi dokter gigi dan membuka praktik, mereka harus mengikuti koas. Koas itu semacam magang untuk mempelajari dunia kedokteran gigi secara langsung selama dua tahun atau lebih. Makanya kebanyakan dari mereka baru bisa menjadi dokter gigi setelah kuliah selama 6 tahun atau lebih. Terlihat membosankan dan kurang seru? Coba simak dulu pengalaman Tomy Aryanda, seorang Koas sinting yang –sayangnya masih- belum lulus dan Agam Ferry, seorang dokter gigi yang super gaul ini.

Sebagai seorang Koas gigi selama empat tahun, tentu Tomy punya banyak pengalaman seru seputar dunia pendidikan gigi. Saat tes SPMB, ia mengambil pilihan pertama kedokteran umum dan pilihan keduanya pendidikan kedokteran gigi. Ia ingin menjadi dokter umum karena ingin keluarganya berobat gratis. Namun ternyata ia diterima di pendidikan dokter gigi, dunia kuliah yang membuat Tomy sukses menjadi Koas abadi.

Awalnya Tomy menganggap kedokteran gigi itu mudah, karena hanya menekuni bidang gigi dan mulut. Ternyata ia juga berhadapan dengan kuliah kedokteran umum seperti ilmu mata, penyakit dalam, THT, sampai psikiatri. Kedokteran gigi ternyata lebih sulit dari yang Tomy bayangkan. Lalu kenapa masih ada yang mau masuk kedokteran gigi? Berikut hasil survey Tomy di Twitternya:
1. Karena gue pengen
2. Karena bisa cepat kaya kalau sudah jadi dokter gigi
3. Kelihatannya kerjaannya anggun, ternyata jadi kuli
4. Dulu dokter gigi langganan gw ganteng, jadi gue milih FKG supaya bisa kuliah bareng orang ganteng
5. Karena ceweknya bening-bening

Tomy langsung membenarkan alasan nomor 4. Ternyata alasan nomor 4 tersebut terbukti di pengalamannya Agam. Dokter gigi gaul ini pernah terlibat percakapan kocak dengan pasien wanitanya

Pasien: Saya deg-degan nih, Dok…
Dokter Gaul: Wajar kok bu, banyak yang deg-degan kalau ngelihat alat-alat tajam kayak gini…
Pasien: bukan itu, Dok. Saya deg-degan soalnya dokter ganteng banget, sih!
Dokter Gaul: Hehe, makasih komplimennya, Mbak… *menjawab malu-malu
Pasien: Kalau dibilang ganteng, saya dapat diskon cabut gigi kan, Dok?
Dokter Gaul: …

Ternyata cuma modus. Masih banyak pengalaman dunia kedokteran gigi lainnya yang dialami Agam. Mulai dari mengobati dislokasi rahang seorang nenek, hampir salah paham “menyuntik” KB, sampai dimintai cokelat Valentine oleh anak kecil. Tidak semua pengalaman sebelum dan setelah menjadi dokter itu membosankan, ya…


dua-gigi-koplakNikmati berbagai curhatan tentang dunia kedokteran gigi dalam buku Dua Gigi Koplak dari Tomy Aryanda dan Agam Ferry ini. Tidak hanya lucu, seru, dan juga menghibur, mereka berdua juga menyelipkan pesan moral untuk pembacanya.

beli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *