Hobi

Membuat Foto dengan Pencahayaan Artistik dan Imajinatif

teknik-lighting-memotret-model

teknik-lighting-memotret-modelSetiap foto memiliki aura yang memberi kesan tertentu bagi yang memandangnya. Aura ini ibarat jiwa dalam sebuah foto sehingga tampak hidup dan mampu memberi pesan tertentu dalam sudut pandang seni. Tidak heran, sebuah foto dapat bernilai tinggi ketika sang fotografer mampu menyajikannya secara sempurna. Sempurna seperti apakah dalam sebuah foto?

Salah satu kesempurnaan karya fotografi adalah “pencahayaan” yang tepat sesuai angle, suasana, dan karakteristik yang hendak ditampilkan. Ada tiga angle yang biasa dilakukan seorang fotografer, yaitu low angle, normal angle, dan high angle. Low angle diambil dari posisi berbaring terlentang dan mengarahkan kamera ke atas sambil memotret subjek. Sedangkan normal angle diambil dari bawah dengan sikap sejajar. Adapun high angle diambil dari atas, biasanya menggunakan tangga.

Untuk pemotretan model di dalam studio, ikuti arah tinggi model. Jika memungkinkan, sikap fotografer harus sedikit menunduk dan mengarahkan kamera rata pada tinggi model sehingga tidak membuat model melengkung (efek distorsi kamera). Pada bidang model, kamera dan lampu harus ditata dengan baik, kamera tidak boleh memotret lampu, dan lampu juga tidak boleh menutupi model. Jadi, patokannya adalah fotografer harus memotret rata dan sejajar dengan model. Tidak boleh ada objek yang tidak terkena cahaya atau tidak boleh terlalu gelap. Berikan cahaya pada setiap sudut pemotretan pada objek foto Anda.

Selain pengaturan objek pemotretan, Anda juga mesti mengerti melakukan setting kamera. Misalnya, seting white balance, yang di dalamnya terdapat fitur menu Kelvin, Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten, Costum, Fluorescent, Flash, dan AWB. Contohnya, kondisi cahaya pada seting Kelvin akan memengaruhi warna pada foto itu sendiri. Jika kondisi ruangan Anda berwarna kuning, kamera akan membaca warna kuning pula sebaai warna paten sebagian besar dari foto Anda. White balance adalah alternatif untuk Anda agar mampu menggunakan mood pada sebuah foto. Akan seperti apakah foto yang Anda inginkan, apakah itu netral, dingin, ataukah hangat warnanya.

Ini baru penjelasan sederhana dan sepintas saja. Foto itu selalu punya pemikiran dan selalu mengontrol dengan kuat daya imajinasi fotografernya. Semakin terasah imajinasinya, akan semakin kuat pula pencitraan foto tersebut sehingga karakternya sangat kuat dan kental meliputi indahnya sebuah karya fotografi bagi yang melihatnya. Semua itu akan tersaji dengan kelembutan tekstur, kelembutan mimik, serta kelembutan hati di dalamnya. Karenanya, fotografi yang artistik dan imajinatif biasanya hanya lahir dari seorang seniman fotografi yang mampu menghidupkan dirinya untuk menjembatani kontek visual yang ingin disampaikan.

Seperti apakah foto imajinatif yang dapat menggugah keterpanaan bagi yang melihatnya melalui pencahayaan yang tepat? Buku Teknik Lighting Memotret Model terbitan mediakita ini akan menyajikannya untuk Anda dalam mengatur dan memotret model, mulai dari lighting unit, komposisi foto, sikap pengambilan foto, pengaturan tempat, white balance, SFI, lens, komposisi, dark, high fashion, one light, natural look, retail, high speed shoot, shy, hair light, hingga perfect light.

Buku ini persembahan spesial dari Friza Reihan. Penulis menyajikannya secara imajinatif selama ia bekerja sama dengan orang-orang yang mendukung dan dikaguminya. Setiap petunjuk dan contoh-contoh pengambilan foto pada setiap tema dilengkapi dengan gambar foto terbaik sehingga Anda dapat mengintip langsung hasilnya dari setiap teknik lighting yang diajarkan buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *