Sosial dan Politik (19)

Showing 1–10 of 19 results

Sort by:
  • Nilai-nilai Pendekar Pejuang by:
    Rp60.000

    Setiap keputusan yang diambil oleh Prabowo, selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip hidup yang menjadi pedoman baginya. Prinsip-prinsip hidup yang Prabowo terima dari pendiri-pendiri bangsa ini, dari generasi 45 yang telah membesarkan Prabowo, dan dari pengalaman Prabowo di tengah-tengah masyarakat dan rakyat Indonesia, di pelosok-pelosok tanah air.

    Prinsip-prinsip hidup yang diuraikan pada buku inilah yang menjadikan Prabowo, “Prabowo”. Seorang Prabowo memiliki pengikut yang loyal, baik tentara, organisasi advokasi seperti HKTI, organisasi olahraga seperti IPSI, dan organisasi politik seperti Gerindra. Prabowo, yang oleh sebagian besar bangsa Indonesia sejak dulu hingga dewasa ini dikenal sebagai pribadi yang patriotik dan nasionalis, pribadi yang mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan Sukarno, Hatta, Syahrir, dan Suharto. Prabowo, yang walaupun telah menjadi sasaran dari banyak kampanye hitam, tetap dipercaya oleh rakyat Indonesia karena keteguhan hatinya. Buku ini adalah bacaan wajib bagi semua yang ingin menjadi seorang “Pendekar Pejuang”, seorang yang bisa berpolitik, berbisnis, dan menghidupi hidup seperti Prabowo Subianto.

  • Caligula by:
    Rp34.000

    Penulis: Ali Zaenal
    Ukuran: 13 x 19 cm
    Tebal: vi + 114 hlm
    Penerbit: mediakita
    ISBN: 979-794-401-8
    Harga: Rp34.000,-

    Caligula, salah satu kaisar paling gila yang pernah memerintah Romawi. Meski jabatan Kaisar Romawi dipegang hanya selama 3-4 tahun, tetapi rangkaian kekejaman dan teror selama pemerintahannya tidak dapat ditandingi Kaisar Romawi lainnya.

    Kisah tentang Caligula sendiri menarik minat banyak orang, termasuk sejarawan. Kisah seputar kekejamannya selalu menimbulkan perdebatan. Sejauh manakah kekejaman Kaisar Romawi tersebut? Silakan membaca buku ini.

  • Teori Konspirasi by:
    Rp62.000

    Teori Konspirasi; Peristiwa, Kasus, Isu Politik, Indonesia & Dunia

    Penulis: Abhee Antara
    Ukuran: 15 x 23 cm
    Tebal: viii + 356 hlm
    Penerbit: mediakita
    ISBN: 979-794-397-6
    Harga: Rp62.000,-

    Banyak peristiwa, kasus dan isu politik menyisakan pertanyaan yang tak terlalu jelas jawaban. Pernyataan-pernyataan resmi sering dianggap tak memuaskan oleh publik.

    Publik, misalnya, masih bertanya-tanya tentang kasus pembunuhan Munir. Juga, ada apa di balik kematian aktivis buruh Marsinah? Kenapa Edi Tansil seperti lenyap di telan bumi dalam pelariannya? Benarkah Moammar Gaddafi masih hidup? Siapakah di balik terorisme internasional? Dan masih banyak kasus, peristiwa dan isu politik yang masih dianggap misterius.

    Teori konspirasi muncul sebagai salah satu cara untuk memahami misteri-misteri itu. Bagi sebagian orang, teori konspirasi dianggap semata-mata bualan. Bagi sebagian lainnya, teori konspirasi dianggap jalan untuk menemukan kenyataan berdasarkan serpihan fakta yang tercerai berai dan dirangkai oleh kreativitas lompatan-lompatan logika.

    Buku ini menyajikan teori konspirasi yang beredar di tengah publik atas sejumlah peristiwa, kasus dan isu politik di Indonesia dan dunia.

  • Waspadalah! Modus-modus Penipuan dan Perampokan di Sekitar Kita by:
    Rp28.000

    Penulis: Abdillah Firmanzah Hasan
    Ukuran: 14.5 x 21 cm
    Tebal: vi + 122 hlm
    Penerbit: mediakita
    ISBN: 979-794-327-5
    Harga: Rp28.000,-

    Di zaman yang serba materialis saat ini, harus diakui bahwa kejahatan dengan segala modusnya berkembang biak sampai ke tahap yang sangat memprihatinkan. Perampok makin kreatif, modus kejahatan semakin bervariasi, yang semuanya memiliki satu tujuan: mengambil aset-aset berharga kita secara paksa.

    Buku ini menampilkan 50 modus kejahatan yang sering terjadi pada masyarakat akhir-akhir ini. Mulai dari cara para pelaku menjalankan modusnya, sampai dengan tip-tip sederhana untuk menghindarinya. Anda tidak ingin menjadi korban selanjutnya? Buku ini mungkin bisa membantu Anda.

  • TUHAN HITLER by:
    Rp125.000

    Penulis: Georges Van Vrekhem
    Ukuran: 15 x 23 cm
    Tebal: xii + 644 hlm
    Penerbit: mediakita
    ISBN: 979-794-293-7
    Harga: Rp125.000,-

    Bagaimana bisa, Hitler, yang pada 1918 masih merupakan seorang serdadu penyendiri yang tak dikenal dan tanpa masa depan, beberapa tahun kemudian menjadi pemimpin dan juru selamat rakyat Jerman? Bagaimana bisa, orang yang bukan siapa-siapa itu mengobarkan perang yang paling merusak dan membinasakan?

    George Van Vrekhem mengkaji berbagai literatur dalam bahasa Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, dan Italia. Dia juga melakukan kajian historis bangsa Jerman yang merindukan sebuah dunia yang lebih baik walaupun dicemari oleh rasa superior mereka. Hasilnya, Van Vrekhem menggambarkan kebangkitan kopral Austria dan memunculkan orang-orang yang membantunya meraih kekuasaan. Di dalam buku ini, digambarkan pula bagaimana Hitler, yang didorong oleh obsesi misinya dan dibantu oleh kemujuran, berusaha menjadi Fuhrer.

    Kajian Van Vrekhem sampai ke tema utamanya: Hitler yang dirasuki oleh “tuhan” yang mengilhaminya, membimbingnya, membawanya ke tampuk kekuasaan dan menjatuhkannya ketika sudah tidak diperlukan lagi.

    Siapakah “tuhan” Hitler?

  • Melawan dengan Restoran by:
    Rp26.000

    Judul: Melawan dengan Restoran; Kisah Sobron Aidit dan Kaum Pelarian G 30S PKI di Perancis
    Penulis: Sobron Aidit & Budi Kurniawan
    Jumlah Hlm: 160 hlm (BW)
    Ukuran: 11,5 x 19 cm
    Kertas: HVS 70 gr
    ISBN: 979-794-045-4
    Harga: Rp 26000

    Sinopsis:

    Buku ini hasil wawancara dan pendalaman dengan Sobron Aidit, adik kandung Ketua CC Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit, yang lebih banyak menceritakan perlawanan dengan menggunakan medium sederhana: restoran dan makanan.
    Dari restoran yang hingga kini masih berdiri dan beraktivitas di Pe-rancis, para pelarian politik menyusun kekuatan melawan rezim Orde Baru. Di restoran ini juga aktor-aktor perlawanan berkumpul. Tak hanya itu, restoran ini juga menjadi tempat para pelarian politik muda yang dikejar-kejar Orba berteduh. Budiman Sudjatmiko, Yeni Rosa Damayanti, dan Sri Bintang Pamungkas, turut merasakan amannya berteduh di restoran ini.

  • Misteri Supersemar by:
    Rp26.000

    Judul: Misteri SUPERSEMAR
    Penulis: Erros Djarot, dkk
    Jumlah Hlm: 118 hlm (BW)
    Ukuran: 15 x 23 cm
    Kertas: HVS 70 gr
    ISBN: 979-794-011-X
    Harga: Rp 26000

    Sinopsis:

    “Anda sulit memahami perasaan kami, lah. Nanti kalau ngomong ini-itu dikira fitnah dan mau cari benarnya sendiri. Sebab, toh Anda tahu monopoli kebenaran selama Orba hanya ada di satu tangan.” (Megawati Taufiq Kiemas, putri Bung Karno)

    ***
    Sampai hari ini kita masih mempersoalkan—dengan gumpalan emosi—apakah Supersemar merupakan sebuah kudeta atau tidak. Buku ini menghimpun kesaksian-kesaksian dari para pelaku sejarah, orang-orang yang hadir pada waktu Supersemar ditulis, dan juga orang yang mengetik surat perintah itu.

  • TRAGEDI IPDN; Kesaksian Para Korban dan Komentar Pakar by:
    Rp31.000

    Judul: TRAGEDI IPDN; Kesaksian Para Korban dan Komentar Pakar (Plus CD)
    Penulis: Tim Topik Minggu Ini & Tim Redaksi mediakita
    Jumlah Hlm: 90 hlm (BW)
    Ukuran: 15 x 23 cm
    Kertas: HVS 70 gr
    ISBN: 979-794-059-4
    Harga: Rp 31.000

    Sinopsis:

    “… kemudian dibeberkan apa kesalahan kita. Kesalahan yang tidak masuk akal; karena senyum, lah, salah sebut nama, lah. Lalu mereka menyiksa kita dari malam sampai subuh. Sebelumnya kami didoktrin… bahwa kami jangan melapor.”
    (Gusti Kresna Putra, mantan praja IPDN yang dua kali masuk rumah sakit karena disiksa dan akhirnya memilih keluar)

    ***
    “Para pembunuh Wahyu Hidayat, yang jelas-jelas ditahan oleh polisi dan kemudian diputuskan masuk penjara, tetap dinyatakan lulus dan diwisuda. Saya menjumpai nama mereka dalam daftar kelulusan.”
    (Inu Kencana Syafi’i, staf pengajar IPDN yang mengungkap kebobrokan IPDN)

    ——————————————-

    Salah satu terpidana kasus pembunuhan Wahyu Hidayat adalah Dicky Susandi Irmansyah. Ia kini bekerja di bagian Pelatihan dan Pendidikan Pemerintahan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kasus Dicky adalah contoh betapa hukum tak bisa menjangkau pelaku kekerasan di IPDN. Bahkan, mereka tetap leluasa bekerja di kantor Pemerintah.

  • Menelusuri Jejak Barack Obama di Jakarta by:
    Rp20.000

    Judul: Menelusuri Jejak Barack Obama di Jakarta
    Penulis: detikcom Files
    Jumlah Hlm: 136 hlm (BW)
    Ukuran: 13 x 19 cm
    Kertas: HVS 70 gr
    ISBN: 979-794-112-4
    Harga: Rp 20.000

    Sinopsis:

    Barack Obama, bakal calon presiden Amerika Serikat 2008 pernah tinggal selama 3 tahun di Mentang Dalam dan 2 tahun di kawasan Dempo, Matraman, Jakarta. Ada banyak kisah menarik selama ia tinggal di Jakarta.

    Detikcom menelusuri jejak-jejak Barack Obama di Jakarta?mulai menemukan rumah bekas Barack Obama, menggali cerita-cerita teman-teman Obama, sampai kontroversi Barack Obama yang dituding pernah bersekolah di madrasah. Oleh lawan-lawan politiknya, isu Obama bersekolah di madrasah ini dijadikan senjata untuk menyerangnya.
    ———————-

    Apa kata teman-teman Barack Obama kecil ketika di Indonesia?

    ?Saya mengenalnya Barry. Tapi, suatu saat saya pernah melihat dia menulis di dinding dengan tulisan ?Barack?. Oh, ternyata nama aslinya Barack Obama,? ujar Irma, teman Obama saat kecil.

    ?Nggak nyangka calon presiden Amerika pernah sekolah di sini (SD Menteng 01, Jakarta-ed),? celetuk Cut Citra Dewi, teman satu sekolah Obama.

  • Dana Siluman DKP dalam Kampanye Capres by:
    Rp21.000

    Judul : Dana Siluman DKP dalam Kampanye Capres
    Penulis : Tim Topik Minggu Ini & Tim mediakita
    Harga: Rp 21,000
    Tebal : 64 BW
    Ukuran 13×19
    ISBN 979-(10) 794-074-8 (13) 978-979-794-074-4

    Aliran dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan yang terungkap pada persidangan Rokhmin Dahuri, sangat mengejutkan. Bukan hanya pada jumlahnya yang sedemikian besar, tetapi juga pada si penerima dana haram itu.

    Pengakuan Amien Rais dan sejumlah capres pada Pemilu 2004 bahwa mereka menerima dana tersebut, membuat kasus ini semakin memanas. Amien bahkan sempat berseteru dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika ia juga mengungkapkan kemungkinan adanya dana asing dalam kampanye capres.

    Mengapa Rokhmin Dahuri melakukan tindakan tersebut? Apakah ada paksaan dari pihak luar? Atau boleh jadi Rokhmin juga menyadari bahwa dengan mengalirkan dana nonbujeter ke banyak pihak, termasuk ke para capres, ia akan tetap aman? Temukan jawaban di  buku ini.