Fiksi (10)

Showing all 10 results

Sort by:
  • It’s A Cloud With Legs by:
    Rp68.200

    Dia kembali lagi. Terbingkai sempurna di dalam sebuah website dari Cina. Olly Agneta. Sosok yang membuat Enzi Fadel mengingat kembali masa-masanya di asrama.

    Semua berawal ketika Olly menyambut kedatangan Enzi di asrama Concordia dengan cara yang memukau, lalu tanpa ragu menyatakan diri sebagai penulis yang berencana membuat novel berjudul Awan dengan Kaki. Masalahnya, Olly tidak tahu apa arti dari judul metaforisnya tersebut dan mengajak Enzi untuk membantu mencari artinya.

    Tidak ada yang memberitahu Enzi kalau pencarian arti dari judul novel itu akan berjalan sangat kacau dan melibatkan pelanggaran-pelanggaran sekolah.

    Enzi tidak pernah benar-benar mengerti mengapa Olly membuat judul Awan dengan Kaki, dan mengapa dia harus ikut mencari artinya. Namun, saat dia mulai menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di bumi ini selalu berasal dari bawah awan, dia mulai memikirkan sesuatu.

     

  • Catatan Juang by:
    Rp74.800

    Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya.
    Tertanda, Juang

  • POTRET by:
    Rp79.000

    Pernikahan bukanlah permainan catur.

    Tatyana tak pernah membandingkan dua hal tersebut hingga Saddam hadir dalam hidupnya. Meski bulan perkenalan mereka masih dalam hitungan jari, Tatyana dengan berani menerima lamaran lelaki itu.

    Berdiri di samping Saddam bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus Tatyana hadapi, dimulai dari peringatan dan ketidaksetujuan saudara-saudara Saddam, masa lalu yang menjadi hantu, dan orang-orang terdekat yang menjadi monster.

    Seperti permainan catur, keputusan Tatyana menerjunkannya dalam perang tak kasatmata. Melawan bidak-bidak bermuka dua. Menyiapkan strategi dan rela berdarah.

    Pernikahan bukanlah permainan catur. Tapi, bagi Tatyana dan Saddam, mereka membutuhkan sebuah sekakmat.

  • 5 out of 5
    Ikan-ikan Mati by:
    Rp75.000

    Tak perlu susah-susah menentukan pilihan. Karena mengapa harus berbeda ketika kita bisa sama?
    ***
    Ikan Mati-nya Roy Saputra berhasil mengobservasi keresahan-keresahan masa kini dan mungkin masa akan datang, mendefinisikan people behavior yang mungkin belum kita sadari, kemudian mengemasnya menjadi bacaan yang lengkap dan bergizi. Akurat dan menyenangkan!
    – Bene Dion, komedian & penulis –

    Novel ini menggambarkan kegelisahan yang banyak dialami millennials zaman sekarang. Siap-siap kesindir di beberapa bagian buku ini. Nyentil, sekaligus diselipin beberapa jokes yang matang. Jadi bikin bingung sendiri, ini mau bikin gue mikir apa ketawa, nih? Keren lah pokoknya!
    – Tirta Prayudha, blogger & penulis –

    Buku ini berhasil membuat gue ketagihan untuk baca tanpa berhenti. Roy berhasil menyodorkan gambaran Jakarta di masa depan dengan apik. Jokes-jokes-nya selalu kena dan itu yang bikin gue sangat menikmati buku ini.
    – Kevin Anggara, Youtuber & blogger –

    Novel Roy mengangkat dan mengkritisi perubahan perilaku urban ini dengan cara yang kocak dan manis. Banyak poin yang membuat saya mengangguk setuju ketika membacanya, terutama karena Roy seolah “menyindir” potret kehidupan zaman sekarang dengan pedas, cerdas, tapi juga lucu. Read and let your eyes be “opened”.
    – Stephany Josephine, blogger & penulis –

  • Sewindu Menata Rindu by:
    Rp58.000

    Penulis: Azmul Pawzi
    Ukuran: 13 x 19 cm
    Tebal: viii + 192 hlm
    Penerbit: mediakita
    ISBN: 978-979-794-541-1
    Harga: Rp58.000,-

    Rindu adalah sebuah konsekuensi akan cinta yang terpendam. Ia akan tumbuh berkembang seiring rasa yang semakin dalam. Adakalanya ia menjadi melodi indah yang menemani setiap senyum ceria. Ada masanya ia menjadi tersangka akan kesenduan yang melanda. Ia memperlambat waktu, menyita pikiran hingga menguras perasaan. Kadang ia begitu manis, kadang begitu pahit. Kadang ia dinikmati, kadang ia dibenci.

    Manusia memang begitu lugu dalam mengartikan rindu. Karena memahaminya tak lebih mudah dari mengerti akan cinta. Keduanya sama-sama pelik, sama-sama sukar dimengerti. Karena rindu layaknya langit yang membentang luas. Ia sulit dibatasi ruangnya, sukar dicari ujungnya. Ia bisa saja menjadi energi bagi seseorang untuk menjadi sosok beriman dan taat. Ia juga bisa menjadi pendorong akan keingkaran manusia.

    Begitulah rindu bekerja. Ia ada karena pergulatan hati yang bergemuruh, juga kenangan yang menyapa.

  • Sayap Besi vol. 3 by:
    Rp88.000

    Inikah yang namanya mati?

    Pikiran itu terlintas di benak Clara. Jantungnya terasa mulai berdegup kencang.

    Tapi, kok gak ada terowongan berujung cahaya … gak ada pemutaran balik film semasa hidup ….

    Clara mengerang. Ia merasakan bagian dadanya seperti ditekan oleh sesuatu yang berat. Ia merasa sakit, dan juga sesak. Ia sedikit heran karena masih bisa merasakan rasa sakit. Rasa sakit di dada menyerang bersamaan dengan rasa sakit di kepala. Kedua kombinasi itu tidak tertahankan, hingga membuatnya merasa pusing, diikuti rasa mual yang hebat.

    Deg!

    Clara jatuh! Ia merasa dirinya jatuh dari ketinggian yang sangat tinggi. Dadanya tertekan, ia merasa sesak, dan sulit bernapas.

    Deg!

    Tubuh Clara berhenti dari jatuhnya. Ia melihat sekilas cahaya yang sangat terang dan menyilaukan. Ia memejamkan matanya erat. Di kejauhan, samar ia mendengar seseorang memanggil namanya.

    ***

    Clara, si ketua OSIS yang selalu tampak tangguh dan berpikiran lurus ternyata menyimpan sejumlah beban di dalam dirinya. Mampukah Erlan dan teman-temannya membantu Clara melewati masa-masa beratnya?

    Buku volume terakhir dari sebuah webseries yang bercerita tentang misteri dan persahabatan, dengan tambahan akhir cerita yang belum pernah dipublikasikan.

  • Sayap Besi vol. 2 by:
    Rp68.000

    Eyang putri menarik tangan Mansa, memberikan isyarat agar Mansa mendekat kepadanya. Bibirnya bergerak-gerak perlahan, mengucapkan kata-kata tanpa suara. Mansa mendekatkan telinganya ke eyang putri. Suara yang lemah terdengar samar di telinga Mansa. Erlan memperhatikan respons setiap orang di dalam ruangan. Mereka tampak ingin mendekat maju, ingin mendengar apa yang disampaikan oleh eyang putri. Beberapa saat kemudian, raut wajah Mansa berubah menjadi bingung, begitu pun raut wajah semua orang di sana, menerka-nerka apa yang sudah dikatakan oleh eyang putri.

    “Eyang bilang apa?” tanya Raka tidak bisa menahan rasa penasarannya.

    “Gue gak ngerti, Mas. Eyang cuma bilang, ‘sekarang boleh dimulai’,” jawab Mansa.

    “Bener?” Raka membelalak.

    “Mulai apa ya, Mas?” tanya Mansa bergantian melihat ke kakaknya dan eyang putri dengan bingung.

    ***

    Mansa, si jago komputer, anak orang kaya yang konon katanya harus memakai ojek dari gerbang depan menuju ke pintu rumahnya. Kali ini, Erlan dan teman-temannya bahu-membahu membantu Mansa memecahkan sejumlah petunjuk misteri yang akan menyingkap harta terbesar dari keluarga Mansa.

    Buku volume kedua dari sebuah webseries yang bercerita tentang misteri dan persahabatan, dengan tambahan cerita bonus yang belum pernah dipublikasikan.

  • Sayap Besi vol. 1 by:
    Rp58.000

    “Lo tahu ada berapa belokan dari sekolah kita sampe saat ini?” tanya Erlan sambil menatap langit-langit bus. Mansa agak terkejut dengan pertanyaan Erlan yang agak di luar konteks. Mansa pun mengubah posisi duduknya.

    “Well, jawabannya adalah dua. Belokan ke kiri dan kanan.” Mansa mengambil kacamata yang disimpannya di saku depan baju. Rasa kantuk yang tadi dirasakannya sudah menghilang.

    “Kurang tepat.”

    “Lha, ya terus apa?”

    “Bukan apa, tapi berapa, Mansa.” Erlan menatap Mansa serius.

    “Lima puluh tujuh belokan sudah kita lalui. Tiga puluh tiga belokan ke kanan, dan dua puluh empat belokan ke kiri.”

    “Ahaha, gila lo, Lan.” Mansa mencoba tertawa, mengganggap itu adalah upaya Erlan untuk melucu. Namun, ternyata wajah Erlan tetap datar. “Eh serius?” Raut wajah Mansa segera berubah. Ia membuka laptopnya. “Duh, sayang kita di daerah yang gak ada sinyal. Gue harus itung manual dari digital map yang ada.”

    “Iya, coba aja, tapi kalo sekarang udah 58, Man,” ujar Erlan.

    ***

    Dalam perjalanan karyawisata, Erlan, si anak baru di sekolah Bibit Bangsa, bertemu dengan Mansa, si jago komputer. Pertemuan itu sekaligus memulai jalinan persahabatan antara Erlan, Mansa, Cinta, dan Clara. Bersama-sama, mereka bekerja sama memecahkan misteri di sekitar mereka, sekaligus juga saling menyembuhkan satu sama lain.

    Buku volume pertama dari sebuah webseries yang bercerita tentang misteri dan persahabatan, dengan tambahan cerita bonus yang belum pernah dipublikasikan.

  • Di Penghujung Pelukan by:
    Rp70.000

    Adalah kehilangan. Segala yang seringkali terjadi tanpa diharapkan. Pun bagian kehidupan yang terkadang melahirkan kedukaan. Namun, bukan saja perihal kesedihan, disadari atau tidak, kehilangan bisa saja merupakan rahasia kebahagiaan dalam skenario Tuhan.

    Adalah kehilangan. Bisa berupa apa saja. Pun dialami siapa saja. Termasuk tokoh-tokoh dalam sehimpun cerita yang memiliki beragam kisah kehilangannya. Bisa jadi, pada salah satunya kau pernah merasakan kehilangan yang sama.

  • #dearmantan by:
    Rp52.000

    Kata orang, jatuh itu sakit dan bangkit itu sulit. Namun, tidak ada pilihan selain bangkit dan mencoba menerima kenyataan bahwa kamu memang bukanlah jodohku.

    “Kadang, kita hanya perlu menyadari bahwa kebahagian bisa hadir melalui hal-hal menyakitkan”