Peribahasa juga menggambarkan sifat, kelakuan, dan keadaan manusia. Peribahasa sengaja dibuat melalui kata-kata tersirat dan banyak dibuat oleh orang Melayu. Peribahasa memiliki sifat yang tidak lekang oleh waktu alias long lasting. Peribahasa dalam tradisi Melayu masih sering digunakan dalam penuturan sehari-hari.
Mempelajari peribahasa, tidak sekadar belajar bahasa. Kita bisa berjumpa ragam ungkapan dan kosakata yang kaya makna. Selain itu, peribahasa yang penuh kiasan ini, asyik untuk diucapkan, misalnya:
• cepat kaki ringan tangan (suka menolong dan sigap dalam bekerja)
• makan bubur panas-panas (terlalu cepat mendapat rezeki, lalu berindak tergesa-gesa akhirnya kecewa)
• makan keringat orang (merasakan kesenangan dengan mempekerjakan orang lain)
• kacang lupa kulitnya (seseorang yang lupa akan asal-usulnya)
• diberi sehasta minta sedepa (sifat tamak atau selalu ingin lebih)
• biar badan penat asal hati suka (meskipun badan terasa sakit karena menjalankan suatu pekerjaan, tetapi hati terasa bahagia).
Selengkapnya Buku & CD Kamus Peribahasa Indonesia akan memandu Anda belajar peribahasa. Buku ini dilengkapi CD software yang berisi lebih dari 2000 peribahasa dan lebih dari 700 arti kata lawas dalam peribahasa. Buku terbitan mediakita ini adalah buku pegangan untuk siswa SD, SMP, SMA, dan untuk umum. Selamat belajar kehidupan dari kearifan makna dari peribahasa.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


