|
Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup |
|
|
|
|
Ditulis Oleh newsroom
|
|
Senin, 29 Juni 2009 |
Banyak masyarakat kita yang menjadikan café sebagai gaya hidup. Kini,
kenapa tidak membaca dijadikan sebagai gaya hidup juga. Harapan inilah
yang ditorehkan dengan adanya Pesta Buku Jakarta 2009.
“Untuk menjadikan buku sebagai gaya hidup yang diterima masyarakat
tentunya sangat berkaitan dengan harganya yang bervariatif. Oleh karena
itu, saya sangat mendukung kalau harga buku relatif murah agar mudah
dijangkau,” tuturnya.
Karena itu, diharapkan acara Pesta buku Jakarta 2009 dapat memberikan
harapan-harapan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan membaca dan
meningkatkan minat baca masyarakat, tambahnya.
Dari data temuan UNDP, posisi minat baca Indonesia berada di peringkat
96, sejajar dengan Bahrain, Malta, dan Suriname. Untuk kawasan Asia
Tenggara, hanya ada dua negara dengan peringkat di bawah Indonesia,
yakni Kamboja dan Laos.
Oleh karena itu, IKAPI merasa perlu melakukan kampanye pentingnya buku
dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu tindakan konkritnya,
pada pembukaan Pesta buku Jakarta 2009, IKAPI dan Fauzi Bowo
menghibahkan 150 buku sebagai simbolisasi peduli gerakan membaca.
Ketua IKAPI mengatakan, dengan mengusung tema Book Is My Lifestlye
penyelenggaraan 19 tahun Pesta Buku Jakarta 2009 menggagas sebuah upaya
menjadikan buku sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan buku
menjadi gaya hidup, maka masyarakat menjadi akrab dan tidak berjarak
dengan buku.
Pada kesempatan ini, hadir pula Cinta Laura sebagai publik figure yang
peduli dengan buku. Baginya, ia prihatin dengan generasi sekarang yang
tidak peduli buku. Karena membaca baginya adalah sebuah kegemaran.
Dengan itu, Cinta bisa lebih berkembang wawasannya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Agromedia sebagai salah satu
partisipan memberikan penawaran buku-buku bervariasi dengan harga-harga
yang miring.
Fauzi Bowo mengatakan, ia tertarik dengan buku Young On Top karena
kajiannya menarik, bahasanya sederhana dan mudah diterima oleh semua
orang. Suatu hari ia diberikan buku oleh salah satu kerabatnya, namun
hilang dikantor.
“Saya terkejut sekaligus senang, berarti ada kemajuan dalam membaca,” tuturnya disambut dengan ledakan tawa seisi ruangan.
|